Saturday, August 26, 2017

Beberapa Tip Dalam Risk Management

Trader yang telah berpengalaman tentu akan sangat peduli pada risk management. Rick Wright, trader dan instructor pada Online Trading Academy menganggap risk management sebagai ‘holy grail’ yang sesungguhnya dalam trading. Dari pengalaman tradingnya, dan dari berbagai pertanyaan dan masukan ketika ia mengajar, ia menuliskan beberapa tip dalam menggunakan risk management seperti tersaji pada artikel ini.
Anggaplah Anda memiliki metode dan strategi trading yang Anda percaya sebagai ‘holy grail’ dalam trading, dan pada suatu kesempatan trading, Anda berhadapan dengan kondisi pasar yang begitu ‘sempurna’ bagi strategi ‘holy grail’ Anda. Nah, apakah Anda akan masuk pasar dengan mempertaruhkan seluruh modal dalam account trading Anda? Disinilah faktor penggunaan risk management yang proporsional berlaku. Anda harus mempunyai pegangan untuk menerapkan risk management dengan logis dan proporsional. Berikut ini beberapa tip dari Rick Wright yang bisa Anda pertimbangkan.

Baca juga Membuka Potensi Trading Anda

Tip 1: Besarnya resiko per trade antara 0.5% sampai 2% dari balance account
Jika besarnya account trading Anda $10,000, maka resiko per trade adalah $50 sampai $200. Alasannya adalah jika ternyata Anda nantinya mengalami loss yang berturut-turut, Anda tidak akan cepat terkena margin call, dan masih akan ada kesempatan berikutnya untuk memperoleh profit.                                                                                                                                     

Tip 2: Jumlah posisi trading pada saat yang sama tidak lebih dari 4
Jika besar resiko per trade 2% dari balance account, dan Anda menggunakan leverage 200:1. Dengan misalnya membuka 40 posisi sekaligus, berarti Anda telah mempertaruhkan seluruh account trading Anda. Sekalipun Anda seorang trader yang agresif, cara trading seperti itu sangat sembrono dan terlalu emosional. Anda sangat mungkin akan mengalami kesulitan dalam memanage trade Anda. Dianjurkan agar pada saat yang sama tidak membuka lebih dari 4 posisi.


Baca juga Pengertian Forex
Tip 3: Tentukan frekuensi trade per hari, per minggu atau per bulan.
Bergantung pada gaya trading Anda, dianjurkan agar Anda menentukan frekuensi trade Anda dalam sehari, seminggu atau sebulan. Data ini akan Anda perlukan ketika membuat jurnal dalam trading plan (rencana trading) untuk evaluasi.

Tip 4: Memperkecil position size (ukuran lot per trade) ketika trading melawan trend
Jika Anda seorang trader jangka menengah ataupun swing trader yang biasa mengacu pada chart daily untuk trend utama, tetapi melihat peluang trading pada time frame 15 menit dengan trend yang berlawanan, Anda bisa masuk dengan position size setengah dari ukuran lot saat Anda trading pada trend utama. Jika Anda menggunakan aturan 2% dari account untuk trading pada trend utama, Anda bisa menerapkan 1% untuk trend yang berlawanan.
Alasannya sederhana: Anda tentunya tidak mengharap profit besar untuk trade yang berlawanan dengan trend utama, jadi akan lebih aman jika resiko Anda lebih sedikit guna mengantisipasi jika trend pada time frame rendah tersebut berbalik arah. Biasanya trader menggunakan cara trading seperti ini bila sedang terjadi retracement yang kuat pada trend utama. Level target profit kecil, demikian juga level resikonya.
Tip 5: Menetapkan besarnya persentasi resiko per hari atau per minggu
Account trading Anda $10,000, resiko per trade 2%, akankan Anda membuka 20 posisi trading dalam sehari? Atau 20 posisi trading dalam seminggu? Jika seluruh posisi trading Anda loss, maka Anda akan mengalami kerugian $200 x 20 = $4,000 atau 40% dari total balance account Anda.


Baca Juga  8 Kelebihan Trading Forex Online
Hal ini sering dilewatkan trader ketika menyusun rencana trading dan baru disadari setelah mengalami beberapa kali loss dalam 2 hari, 3 hari atau seminggu. Walau sangat relatif dan tergantung dari strategi trading Anda, tetapi sebaiknya Anda menetapkan besarnya resiko per periode waktu trading, misalnya 5% per hari atau 8% per minggu.
Tip 6: Gunakan trailing stop atau geser level stop loss ketika sedang profit
Trader yang berpengalaman tentu melakukannya. Dari pengalaman ‘sakit hati’ mereka akibat profit yang sudah tergenggam ‘terbang’ begitu saja. Jika Anda tidak selalu memonitor layar komputer, Anda bisa menggunakan cara manual dengan menggeser level stop loss jika sudah dalam kondisi profit, paling tidak ke level breakeven. Sebaiknya Anda melakukan proteksi dini pada profit yang telah Anda peroleh.

Sunday, June 26, 2016

Membuka Potensi Trading Anda

Trading adalah profesi yang sangat menjanjikan, tetapi tidak sedikit trader yang gagal mencapai seperti yang diinginkan karena keinginan mereka tidak cukup kuat untuk membuat mereka tekun dan disiplin. Ketika berhadapan dengan pasar mereka cenderung loyo dan tidak bisa mengerahkan seluruh potensi yang dimilikinya. Jika ada trader yang bisa sukses dengan trding for living, kenapa Anda tidak? Apakah Anda telah menemukan seluruh potensi trading yang Anda punya? Jika belum, tulisan ini memberi beberapa pandangan tentang bagaimana membuka potensi trading untuk Anda terapkan dalam keseharian trading Anda.

Baca juga Tips Dalam Risk Management


Berusaha meniru trader-trader suksesHal pertama yang perlu Anda lakukan untuk membuka potensi trading adalah memiliki visi untuk menjadi seorang trader yang sukses. Usahakan Anda mempunyai satu figur sukses yang jelas untuk bisa ditiru dalam keseharian trading Anda. Bayangkan Anda telah mencapai sukses seperti figur Anda tersebut, dan apa saja yang hendak Anda perbuat dalam keseharian hidup Anda. Gambarkan visi Anda tersebut dengan jelas.

Apakah Anda melihat ruangan kerja Anda yang bersih dan tertata dengan rapi? Apakah Anda juga melihat rencana dan jurnal trading Anda disitu. Gambarkan dengan jelas dan nyata, jika Anda sulit melakukan, cobalah untuk bersikap lebih santai dan penuh keyakinan. Ini bukan petunjuk yang mengarah ke klenik, tetapi salah satu cara terapi psikologi untuk menguatkan mental Anda. Banyak orang-orang yang telah berhasil menerapkan cara ini, para politisi, pebisnis, olahragawan, artis dan juga tentunya para trader forex.


Baca juga Kelebihan Trading Forex Online

Baiklah, jika Anda telah bisa membayangkan dengan jelas, atau bahkan merasakannya, lakukan hal tersebut sekarang juga. Apapun yang Anda lihat dalam visi Anda, lakukan segera. Jadilah Anda sebagai figur yang Anda bayangkan. Mulailah mengatur ruangan trading dengan rapi dan terorganisir, jika Anda belum memiliki rencana dan jurnal trading yang jelas, mulailah membuat seperti yang telah dilakukan oleh figur Anda. Mungkin Anda mengalami kesulitan dalam implementasinya, tetapi dengan visi yang kuat dan jelas tidaklah sulit untuk mewujudkan hal tersebut.

Namun dengan melakukan seperti apa yang telah dilakukan figur Anda bukan berarti Anda telah seratus persen menjadi tokoh yang Anda bayangkan. Diperlukan konsistensi, disiplin dan komitmen yang kuat. Dengan melakukan hal tersebut, cepat atau lambat cara berpikir Anda akan seperti figur trading Anda. Visi Anda akan memberikan tuntunan yang jelas.

Mungkin cara tersebut sulit dibayangkan sebelum Anda mencoba. It can be difficult to fake it ’till you make it. Anda bisa mencoba melakukannya seperti pernah dilakukan oleh mereka yang telah merasa sukses.
Hilangkan perasaan takut gagal
Setelah ’’menjadi’’ seperti figur trader Anda, sangat mungkin Anda takut mengalami kegagalan karena merasa kemampuan dan kestabilan emosi Anda belum setingkat dengan sang figur. Hal ini memang nyata, namun jika kita melihat perjalanan para trader yang telah sukses, banyak diantara mereka yang jatuh bangun sebelum mencapai apa yang diinginkannya. Untuk membuka potensi trading yang Anda miliki, Anda harus tidak takut untuk gagal karena kegagalan akan selalu menjadi bagian dari trading itu sendiri.
Berhenti memikirkan trade yang mengalami kerugian sebagai sebuah kegagalan, namun anggaplah itu sebuah harga yang mesti dibayar untuk menjadi seorang trader. Rencana trading Anda haruslah juga memasukkan kerugian didalamnya, dan bukan mengabaikannya karena hal tersebut tidak mungkin untuk dilakukan.

Baca Juga Pentingnya Membaca Berita Forex
Perbedaan antara trader yang sukses dan yang gagal adalah bahwa trader yang sukses memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi baik ketika sedang profit maupun ketika mengalami kerugian, sementara mereka yang gagal cenderung terpengaruh oleh keadaan emosinya. Belajar dari trade yang loss dan bukan memaksa untuk memperoleh kembali uang yang telah hilang. Trader yang sukses selalu melihat trade yang gagal dengan positif.

Mengambil keputusan sesuai dengan rencanaPada akhirnya untuk membuka seluruh potensi trading yang ada pada diri Anda adalah dengan melakukan semua yang dilakukan oleh para trader sukses, artinya Anda harus membuat rencana dan mengambil keputusan sesuai dengan rencana tersebut tanpa jaminan profit, atau mengharapkan keputusan trading tersebut pasti menghasilkan profit.

Harap diingat bahwa dalam trading selalu terjadi distribusi acak (random distribution) antara trade-trade  yang profit (winning trades) dan trade-trade yang loss (losing trades), tidak peduli apapun metode atau strategi trading yang Anda gunakan. Aspek yang paling sulit dalam mencapai sukses adalah kemampuan untuk trading dengan cara yang disiplin.

Untuk membuka potensi trading Anda, Anda harus benar-benar tekun dan konsisten dari waktu ke waktu serta bisa menghadapi rintangan yang timbul. Menurut penulis buku dan motivator terkemuka Napoleon Hill, disiplin adalah ‘kunci untuk meraih keberhasilan’. Disiplin adalah kemampuan untuk membuat Anda melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan, terlepas Anda menyukainya atau tidak. Banyak trader yang gagal memperoleh profit karena gagal dalam membentuk kebiasaan yang disiplin.

Semua skill dalam trading bisa dipelajariHal yang juga penting untuk diketahui adalah bahwa semua skill dalam trading bisa dipelajari. Beberapa ‘skill mental’ atau psikologi dalam trading mungkin untuk sebagian orang lebih mudah dikembangkan, namun tidak terlalu sulit jika Anda memang benar-benar ingin mencapainya.

Satu-satunya rintangan nyata dalam membuka potensi trading Anda adalah diri Anda sendiri. Jika Anda telah menerima kenyataan ini dan mulai melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan maka potensi trading yang ada dalam diri Anda cepat atau lambat akan terbuka.
Sumber : www.learntotradethemarket.com : How to Unlock Your Full Trading Potential

Kenyataan Dalam Trading Forex

Suatu kenyataan penting dalam trading forex adalah kita tidak bisa mengharapkan hasil yang pasti dari setiap trade yang kita lakukan. Ini sering tidak disadari trader. Meski terasa agak janggal tetapi begitulah kenyataannya. Meski Anda menggunakan strategi trading dengan angka persentasi profit atau win rate tertentu tetapi Anda tetap saja tidak bisa memastikan apakah hasil trade Anda bakal profit atau loss.

Baca Juga Pentingnya Membaca Berita Forex

Misalkan Anda menggunakan sebuah sistem trading dengan win rate 60%, apakah Anda tahu trade mana yang bakal profit dan mana yang bakal loss? Atau  kolom-kolom mana saja dalam statement trading Anda yang mewakili 60% profit dan 40% kerugian Anda? Anda tidak akan tahu, dan tidak akan pernah tahu. Hal ini disebabkan karena dalam trading terjadi distribusi acak (random distribution) antara trade yang profit (winning trades) dan trade yang loss (losing trades), tidak peduli apapun strategi atau sistem trading yang Anda gunakan.

Banyak trader yang tahu akan hal ini, namun kenyataannya banyak pula yang trading dengan mengabaikan kenyataan tersebut dengan memastikan sebuah trade akan profit atau loss. Penyebaran pergerakan harga yang didistribusikan secara acak (istilah dalam ilmu statistik) dalam hal ini berarti Anda tidak akan pernah tahu kapan stop loss kita akan kena atau kapan target profit kita bakal tercapai, meski Anda menggunakan sistem trading "A" yang mempunyai win rate tinggi. Jadi hasil akhir trading Anda terdistribusikan secara acak. Namun jika Anda selalu menggunakan sistem trading "A", maka seharusnya hasil akhir trading Anda secara kumulatif akan profit.

Baca Juga Cara Memilih Broker Forex

Kuncinya adalah "selalu menggunakan". Dan ini biasanya sulit dipatuhi trader. Mereka cenderung tidak disiplin dan tidak sabar untuk selalu menggunakan sistem trading yang telah disepakati sekalipun mereka tahu win rate-nya tinggi. Di dalam sistem trading tersebut tentu telah diterapkan strategi money management yang hasilnya bisa diketahui setelah sekian kali trade. Berikut contoh sebuah kurva equity dengan distribusi hasil trading yang acak:


Pada gambar tersebut tampak bahwa kurva equity tersebut selalu naik, yang berarti sistem trading yang digunakan cukup efektif dan profitable setelah digunakan dalam suatu periode waktu.

Hal penting yang seharusnya diketahui mengenai kenyataan ini adalah Anda mesti menerima kenyataan tersebut, dan tidak mengambil resiko melebihi dari yang sanggup Anda tanggung pada setiap trade yang Anda lakukan. Trader yang berani resiko melebihi dari yang seharusnya adalah mereka yang seolah tahu akan memperoleh profit pada suatu trade tertentu. Hal inilah yang sering kali menimbulkan masalah.

Sebaliknya jika Anda trading berdasarkan kenyataan bahwa pergerakan harga pasar didistribusikan secara acak dan Anda tidak pernah tahu sebuah trade akan berakhir win atau lose, Anda tentu akan sangat peduli dengan potensi resiko yang bakal terjadi, dan Anda akan menentukan perbandingan risk/reward dengan proporsional dengan tidak hanya fokus pada target atau reward yang mungkin Anda peroleh.

Setelah beberapa kali rugi, sering kali Anda menghindar masuk pasar karena takut mengalami kerugian kembali, meski Anda melihat sinyal pada sistem trading Anda. Sebaliknya Anda mengharap sinyal yang lebih pasti atau lebih akurat. Sebenarnya hal ini tidak tepat Anda lakukan. Anda seharusnya mengharapkan hasil trading pada jangka panjang, bukan pada setiap trade yang sebenarnya tidak bisa Anda ketahui dengan pasti hasil akhirnya. Seperti pada keterangan sebelumnya, Anda seharusnya disiplin dengan selalu menggunakan sistem trading yang telah teruji untuk suatu periode waktu tertentu.


Baca Juga Resiko Trading Forex

Contoh distribusi acak dalam kenyataan
Pada contoh-contoh berikut ini ditunjukkan bahwa meski sinyal trading sudah benar atau valid tetapi tetap saja ada kemungkinan meleset, atau tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Contoh-contoh ini menunjukkan distribusi acak yang terjadi pada pergerakan harga di pasar forex.

Sinyal valid yang dihasilkan bukanlah yang pasti benar, tetapi yang kemungkinannya paling besar. Kita tidak pernah akan tahu apakah akan profit atau loss sekalipun posisi yang kita buka sesuai dengan sinyal trading yang probabilitasnya tinggi. Pada contoh-contoh berikut kita menggunakan setup price action sebagai sinyal trading.
Gambar diatas menunjukkan 3 setup price action yang berbeda. Pin bar (1) yang berekor panjang tampak cukup valid dan berada dekat level support. Meski tidak searah dengan trend utama namun probabilitasnya cukup tinggi dan jelas. Namun demikian jika kita entry sesuai aturan umum maka kemungkinan besar akan loss. Setelah naik melebihi level tertinggi pin bar, harga kembali turun hingga sama dengan level terendah pin bar (1), sebelum membentuk pin bar (2). Jadi kita tidak bisa memastikan bahwa sinyal yang valid akan selalu profitable.

Validitas pin bar (2) sama dengan pin bar (1), berekor panjang dan dekat dengan level support. Setelah retracehingga mendekati level 50% pin bar, harga naik hingga menyentuh resistance. Jika kita entry sesuai aturan umum yakni buy diatas level 50% pin bar maka kita akan memperoleh profit. Tidak ada alasan khusus kenapa pin bar yang ini profitable kecuali setup pin bar yang seperti ini probabilitasnya cukup tinggi.

Demikian pula dengan setup fakey (false) pin bar (3) yang mengalami penolakan (rejection) pada level resistance. Jika kita entry ketika harga menembus level terendah pinbar dengan target sekitar level support maka kita akan bisa profit.

Dari 3 sinyal yang terjadi, 2 sinyal profitable dan yang satu tidak sesuai dengan perkiraan. Jadi karena pergerakan harga pasar didistribusikan secara acak maka kita tidak akan pernah tahu dengan pasti trade mana yang profitable dan mana yang tidak. 
Pada contoh diatas tampak pin bar (1) yang terjadi pada kondisi pasar downtrend dan mengalami rejection pada level support. Sebagian trader menganggap pin bar ini kurang valid sebagai sinyal buy mengingat trend utama saat itu cenderung bearish. Namun ternyata pin bar (1) tersebut profitable, sedang pin bar (2) yang juga cukup valid untuk entry sell ternyata tidak profitable.

Dengan adanya kenyataan bahwa pergerakan harga di pasar forex didistribusikan secara acak maka kita tidak bisa mengharapkan untuk selalu profit dalam setiap trade sekalipun sinyal trading cukup valid atau telah sesuai dengan syarat-syarat yang kita tetapkan. Kita bisa menentukan persentasi profit untuk jangka panjang setelah beberapa kali trade, tetapi tidak untuk setiap trade yang kita lakukan. Yang penting kita perhatikan adalahmanagement resiko yang proporsional dan sistem trading yang kita terapkan dengan disiplin. 


Sumber : 
www.learntotradethemarket.com


Cara Berinvestasi Di Dunia Keuangan

Investasi di dunia keuangan masih jarang digeluti oleh orang Indonesia. Orang lebih suka berwirausaha dengan berjualan pakaian, makanan, dan sejenisnya daripada berinvestasi di aset finansial yang sebenarnya malah lebih menguntungkan. Ini adalah karena umumnya orang tidak paham bagaimana caranya berinvestasi di dunia keuangan. Lebih parah lagi, ketidakpahaman itu sering berujung pada malapetaka. Karena seringkali masyarakatsangat buta perihal investasi ini, dan akhirnya salah jalan dan ikut semacam Money Game, Arisan Berantai, Saham Pre-IPO yang tidak jelas, dan HYIP yang ujung-ujungnya pasti modal akan hilang ataupun dibawa lari uangnya oleh pengelolanya. 

Baca Juga Resiko Trading Forex


Sebelum kita bicara lebihg jauh lagi tentang cara berinvestasi di dunia keuangan, perlu diketahui dulu, apa sih sebenarnya Investasi itu? Secara sederhananya, investasi itu seperti Anda duduk diam dapat uang (pasif saja), tetapi hasil yang diperoleh bisa digunakan untuk masa pensiun kelak jika memilih dengan benar dan tepat. Selain itu investasi juga dapat meningkatkan Capital Gain atau Pertumbuhan Modal.

Trading forex atau berinvestasi di bisnis mata uang, terutama yang marak secara online merupakan sistem investasi yang menggiurkan karena banyak trader yang mampu menghasilkan profit atau keuntungan sampai luar biasa besar. Tetapi hasil yang sangat fantastis itu ternyata juga sangat beresiko tinggi. Buktinya banyak trader forex online terutama mereka-mereka yang pemula/awam sampai kehilangan sebagian besar uangnya saat awal-awal trading, bahkan sampai ada yang bangkrut karena trading dengan berhutang, dan tentunya kita tidak ingin seperti itu bukan. Tidak seperti trading forex yang berisiko tinggi, berinvestasi di dunia keuangan mengandung risiko yang relatif kecil. Selain itu, risiko ini bisa diminimalisir dengan mudah jika Anda mengetahui bagaimana caranya dan menerapkan manajemen keuangan yang baik.


Baca Juga Trader Pemula Di Larang Cengeng

Berinvestasi Di Dunia Keuangan

Pertama, untuk pemilihan lembaga investasi disarankan untuk ikut pada produk-produk yang ditawarkan oleh lembaga keuangan yang resmi dan legal di Indonesia (yang terdaftar di BAPEPAM), seperti pada produk-produk yang ditawarkan di bank-bank besar. Kemudian, pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan profil keuangan Anda. Berikut ini beberapa pilihan yang bisa Anda ambil:
  1. Saham. Untuk berinvestasi saham, Anda cukup mengontak broker saham/perusahaan sekuritas yang bereputasi, dan mendaftar kepada mereka. Berinvestasi saham membutuhkan pemahaman analisis fundamental dan teknikal yang bisa dipelajari. Di seputarforex.com pun sudah disajikan analisis yang pastinya akan membantu Anda saat ingin memilih saham.
  2. Obligasi. Membeli obligasi butuh modal yang besar sekali, kecuali kalau obligasi yang ingin anda beli adalah ORI (Obligasi Republik Indonesia) yang memang diperuntukkan bagi investor ritel. ORI diterbitkan berkala dan bisa dibeli di bank-bank nasional dan broker yang ditunjuk oleh Pemerintah.
  3. Reksadana. Sebagaimana halnya saham, reksadana juga bisa dibeli melalui broker/pialang/perusahaan sekuritas. Risiko investasi reksadana umumnya lebih rendah daripada saham, tetapi return yang bisa diharapkan juga lebih rendah. Pilihlah reksadana yang bagus, dan jangan hanya percaya pada promosi broker.

Investasi Non-Keuangan

Keunggulan investasi di dunia keuangan adalah sifatnya yang 'likuid', yaitu mudah diperjualbelikan kembali, sehingga Anda bisa mencairkan investasi sewaktu-waktu, kapan saja Anda mau. Namun bila itu kurang cocok bagi Anda, selain pilihan-pilihan investasi di dunia keuangan, Anda juga bisa memilih untuk berinvestasi di wahana-wahan berikut ini untuk memastikan uang pensiun Anda aman:
  1. Properti, seperti membeli properti dan disewakan, ataupun membeli tanah untuk disimpan (untuk membeli property, perhatikan lokasinya!)
  2. Beli emas dalam bentuk koin atau batangan, lalu disimpan untuk jangka panjang.
  3. Kolektor produk-produk antik bernilai tinggi (lukisan, barang seni)
  4. Franchise yang bisa pasif income, seperti Indomaret, Alfamart, Apotek K24.

Keunggulan investasi saham adalah, kini para investor sudah bisa mengoperasikan bisnis investasinya secara online. Selain itu, software yang digunakan untuk melakukan bisnis investasi online ini juga akan memberikan kemudahan bagi para investornya untuk memantau trend lewat internet sewaktu-waktu. Ini berbeda dengan investasi properti, emas, dan yang lainnya yang relatif sulit untuk menjual kembali barangnya dan monitoring harga juga cukup kompleks.  sumber seputarforex.com

Resiko Leverage Tinggi Dalam Trading Forex (Pemula Harus Tau).

Resiko Leverage Tinggi Dalam Trading Forex
Konsep leverage memang sangat menguntungkan dalam trading forex, namun juga bisa berbahaya jika Anda kurang berhati-hati dalam menggunakannya, terutama bila Anda menggunakan leverage yang sangat tinggi (over leverage). Leverage yang tinggi akan menyebabkan margin minimum atau jaminan minimum yang Anda bayarkan setiap kali transaksi makin sedikit. Hal ini secara psikologis akan mempengaruhi trading Anda.

Baca Juga Siapa Saja Pelaku Bisnis Forex Trading

Salah satu karakter trader forex yang sukses adalah mereka yang bisa menghilangkan pengaruh emosi ketika trading. Ketika orang membicarakan keuntungan dari trading forex, yang pertama kali mereka kemukakan biasanya adalah fasilitas leverage yang tinggi, atau bahkan sangat tinggi. Dengan leverage tertentu, Anda bisa membuka puluhan atau bahkan ratusan posisi dengan modal yang relatif kecil. Ini bisa dilakukan hanya dengan jaminan margin yang relatif kecil, dan inilah yang menjadikan salah satu daya tarik trading forex. Saat ini banyak broker yang menawarkan leverage 1:100, 1:200, 1:400 bahkan 1:1000.

Jika Anda trading pada sebuah broker dengan fasilitas leverage 1:1000, maka untuk nilai kontrak sebesar USD 10,000 (lazim disebut mini lot) Anda hanya membayar margin sebesar (USD 10,000/1000) = USD 10 untuk setiap kali transaksi (0.1 lot untuk mini lot), dengan nilai per pip (pip value) sesuai perhitungan nilai kontrak mini lot (misal untuk EUR/USD dengan nilai kontrak USD 10,000, nilai per pip-nya adalah USD 1). Dengan demikian jika modal Anda USD 500 dan Anda membuka 30 posisi (masing-masing 0.1 lot) dengan leverage 1:1000, maka total margin yang Anda perlukan hanya USD 10 x 30 = USD 300.


Baca juga Cara Mengendalikan Emosi Dalam Trading

Jika untuk setiap posisi Anda memperoleh profit 10 pip, maka total profit Anda adalah USD 10 x 30 = USD 300, atau 60% dari modal Anda. Sebaliknya jika Anda mengalami loss rata-rata 10 pip, maka kerugian Anda juga 60% dari modal Anda, dan dalam pasar forex kejadian semacam itu bisa berlangsung dalam hitungan menit, sekalipun spread yang diberikan broker Anda adalah nol (tanpa spread).

Secara psikologis, semakin tinggi leverage yang Anda gunakan, maka Anda akan semakin berani (banyak) dalam membuka posisi trading, karena nilai margin minimum yang Anda bayarkan akan semakin sedikit. Seperti halnya jika Anda mengendarai mobil, melaju dengan kecepatan 60 km/jam dan 200 km/jam tentu sangat berbeda dalam antisipasi jika terjadi sesuatu. Semaki tinggi kecepatan Anda berkendara, semakin besar resiko yang Anda hadapi ketika terjadi sesuatu yang tidak menguntungkan. Dalam banyak kejadian, kecelakaan akibat berkendara dengan kecepatan yang sangat tinggi berakhir dengan kematian. 


Baca Juga Beda Forex Dengan Saham
Trading forex dengan leverage yang sangat tinggi bisa diumpamakan dengan berkendara dengan kecepatan yang sangat tinggi. Resikonya cukup besar. Seperti Anda ketahui bahwa pihak broker memberikan pinjaman kepada Anda sebesar sisa dari nilai kontrak yang seharusnya dikurangi dengan margin minimum yang Anda bayarkan. Dalam hal Anda trading mini lot dengan leverage 1:1000, pihak broker meminjamkan USD 10,000 - USD 10 = USD 9,990 untuk setiap 0.1 lot (untuk mini lot) yang Anda buka. Pernahkah Anda berpikir mengapa pihak broker tidak membebankan bunga pinjaman kepada Anda meski posisi trading tersebut Anda tahan berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu?

Sumber : www.dailyforex.com