Friday, May 13, 2016

5 TOKOH PEBISNIS DUNIA YANG PALING DI TAKUTI (BAGIAN 1)

5 TOKOH PEBISNIS DUNIA YANG PALING DI TAKUTI
5 TOKOH PEBISNIS DUNIA YANG PALING DI TAKUTI
Ke 5 sosok pebisnis terkemuka ini memang mempunyai kekuatan tersendiri, baik karakter, mental, keuangan dan politik sehingga pantas untuk dikagumi dan sekaligus ditakuti. Mereka adalah Bill Gates, George Soros, Carl Icahn, John D. Rockefeller dan J.P. Morgan. Nama mereka seakan melegenda dan sering disebut-sebut dalam pasar saham maupun pasar keuangan.

1. Bill Gates, pendiri dan pemilik Microsoft
Bill Gates dikenal sebagai salah seorang kaya di dunia saat ini. Ia adalah pendiri dan pemilik perusahaan raksasa berbasis teknologi yang bernama Microsoft. Hal yang membuat ia dan perusahaannya begitu mapan dan nyaris mendominasi pasar bukanlah karena level teknologi produk-produknya yang super, tetapi lebih karena kecerdasan dan ketajaman naluri bisnis Gates dalam persaingan pasar software yang begitu ketat. 

Ketika Microsoft mulai meledak dengan produk-produk andalannya yang sukses mulai dari MS-DOS, Word, Excel dan kemudian Windows, banyak investor yang bertanya-tanya mengapa keuntungan yang diperoleh tidak dibagikan dalam dividen yang memadai. 

Akhirnya diketahui bahwa Bill Gates sedang mengumpulkan dana cadangan dalam jumlah yang mencengangkan. Gates tetap bekerja sesuai dengan rencana hingga membuat Microsoft menjadi salah satu perusahaan raksasa dunia dengan cadangan dana bermilyard US Dollar sebagai senjata atau perisai jika terjadi sesuatu. Meski pernah menghadapi perkara hukum sehubungan dengan undang-undang antitrust, namun Bill Gates tetap merupakan salah satu sosok yang disegani dan sekaligus ditakuti dalam dunia bisnis.

2. George Soros, trader forexDi beberapa negara George Soros diibaratkan sebagai ’’bajak laut’’ dan kehadirannya kurang disukai. Negara-negara tersebut antara lain Thailand, Inggris dan Malaysia. Spekulan, atau tepatnya trader forex yang satu ini memang bisa kaya raya dengan memperdagangkan nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Namun Soros tidak trading ’’ecek-ecek’’ cuman satu atau dua lot, tetapi ratusan ribu bahkan jutaan lot dengan dana sindikasi dari berbagai bank. 

Sejak berhasil membobol Bank of England (BoE) pada tahun 1992 dengan modal sindikasi sebesar US$ 10 milyard dan menghasilkan profit lebih dari USD 1 milyard dalam sehari, sosok pria kelahiran Budapest, Hungaria yang pernah bekerja sebagai trader di sebuah broker forex di New York itu menjadi sangat ditakuti oleh negara-negara yang mata uangnya relatif rentan terhadap serangan spekulan. Negara-negara tersebut biasanya memiliki cadangan devisa yang agak kurang memadai. 

Namun demikian sosok George Soros sebenarnya tidak hanya tertarik pada pendapatan yang luar biasa dari trading forex saja, ia juga tertarik mengamati dengan seksama kebijakan para politikus dan haluan politik suatu negara. Ia dikenal aktif berderma untuk perubahan politik suatu negara yang dinilainya sewenang-wenang. Dengan menggunakan posisinya sebagai pebisnis forex terkemuka, ia bisa ’’menghukum’’ sebuah negara yang kebijakan moneter dan politiknya kurang fair dan cenderung mengabaikan pencapaian data fundamental ekonomi yang positif. 

Dengan memberi tekanan secara finansial, Soros berharap pemerintahan negara tersebut bisa merubah kebijakan politiknya. Soros boleh jadi ditakuti oleh orang-orang pemerintahan negara tersebut, namun masyarakat pada akhirnya membenarkannya.

No comments:

Post a Comment