Friday, June 24, 2016

Apa Itu Candlestick Jepang

Apa Itu Candlestick Jepang
Tidak, kita tidak sedang membicarakan lilin buatan Negeri Sakura itu, apalagi sampai membandingkannya dengan lilin buatan negara kita. Pada kelas ini kita akan membicarakan lebih lanjut mengenai Grafik Candlestick.

Candlestick Jepang diciptakan oleh Steven Nison, yang terinspirasi dari salah seorang broker Jepang. Nison tertarik pada fakta bahwa bangsa Jepang telah lebih dulu mengenal analisis teknikal, yang mereka gunakan untuk jual-beli beras.

Beras?!

Hei, kita tidak berpikir tiba-tiba saja masyarakat baheula bisa trading, kan? Lagipula tidak mungkin mereka melakukan trading dengan beras, ikan, jagung di jaman itu. Nah, berkat keuletan Nison yang gigih mempelajari tentang teknik trading candlestick Jepang, kini kita bisa menikmati grafik yang memiliki pola unik ini.
Jadi, apa itu candlestick Forex?
Tidak ada kata yang bisa menjelaskan apa itu sebenarnya candlestick Forex. Cara terbaik untuk menjelaskannya adalah lewat gambar. Coba tengok gambar di bawah:
Apa Itu Candlestick Jepang

Candlestick dapat digunakan pada time-frame apapun. Baik satu hari, satu jam, atau tiga puluh menit. Mana pun yang kita inginkan! Sebab candlestick digunakan untuk menggambarkan price action pada time-frame yang dipergunakan oleh trader.

Candlestick dibentuk menggunakan open, high, low, dan close pada periode waktu yang dipergunakan.
  • Jika "close" berada di bagian atas "open", maka candlestick kosong (biasanya berwarna putih) yang muncul di grafik.
  • Jika "close" berada di bagian bawah "open", maka yang muncul pada grafik adalah candlestick yang berisi (biasanya berwarna hitam).
  • Serangkaian candlestick kosong atau berisi biasanya disebut "real body" atau cukup "body".
  • Garis tipis yang muncul di atas dan di bawah body menggambarkan range high atau low, yang juga dikenal dengan sebutan "shadow".
  • Bagian atas dari upper shadow disebut "high".
  • Bagian bawah dari lower shadow disebut "low".

No comments:

Post a Comment