Sunday, June 26, 2016

Cara Berinvestasi Di Dunia Keuangan

Investasi di dunia keuangan masih jarang digeluti oleh orang Indonesia. Orang lebih suka berwirausaha dengan berjualan pakaian, makanan, dan sejenisnya daripada berinvestasi di aset finansial yang sebenarnya malah lebih menguntungkan. Ini adalah karena umumnya orang tidak paham bagaimana caranya berinvestasi di dunia keuangan. Lebih parah lagi, ketidakpahaman itu sering berujung pada malapetaka. Karena seringkali masyarakatsangat buta perihal investasi ini, dan akhirnya salah jalan dan ikut semacam Money Game, Arisan Berantai, Saham Pre-IPO yang tidak jelas, dan HYIP yang ujung-ujungnya pasti modal akan hilang ataupun dibawa lari uangnya oleh pengelolanya. 

Baca Juga Resiko Trading Forex


Sebelum kita bicara lebihg jauh lagi tentang cara berinvestasi di dunia keuangan, perlu diketahui dulu, apa sih sebenarnya Investasi itu? Secara sederhananya, investasi itu seperti Anda duduk diam dapat uang (pasif saja), tetapi hasil yang diperoleh bisa digunakan untuk masa pensiun kelak jika memilih dengan benar dan tepat. Selain itu investasi juga dapat meningkatkan Capital Gain atau Pertumbuhan Modal.

Trading forex atau berinvestasi di bisnis mata uang, terutama yang marak secara online merupakan sistem investasi yang menggiurkan karena banyak trader yang mampu menghasilkan profit atau keuntungan sampai luar biasa besar. Tetapi hasil yang sangat fantastis itu ternyata juga sangat beresiko tinggi. Buktinya banyak trader forex online terutama mereka-mereka yang pemula/awam sampai kehilangan sebagian besar uangnya saat awal-awal trading, bahkan sampai ada yang bangkrut karena trading dengan berhutang, dan tentunya kita tidak ingin seperti itu bukan. Tidak seperti trading forex yang berisiko tinggi, berinvestasi di dunia keuangan mengandung risiko yang relatif kecil. Selain itu, risiko ini bisa diminimalisir dengan mudah jika Anda mengetahui bagaimana caranya dan menerapkan manajemen keuangan yang baik.


Baca Juga Trader Pemula Di Larang Cengeng

Berinvestasi Di Dunia Keuangan

Pertama, untuk pemilihan lembaga investasi disarankan untuk ikut pada produk-produk yang ditawarkan oleh lembaga keuangan yang resmi dan legal di Indonesia (yang terdaftar di BAPEPAM), seperti pada produk-produk yang ditawarkan di bank-bank besar. Kemudian, pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan profil keuangan Anda. Berikut ini beberapa pilihan yang bisa Anda ambil:
  1. Saham. Untuk berinvestasi saham, Anda cukup mengontak broker saham/perusahaan sekuritas yang bereputasi, dan mendaftar kepada mereka. Berinvestasi saham membutuhkan pemahaman analisis fundamental dan teknikal yang bisa dipelajari. Di seputarforex.com pun sudah disajikan analisis yang pastinya akan membantu Anda saat ingin memilih saham.
  2. Obligasi. Membeli obligasi butuh modal yang besar sekali, kecuali kalau obligasi yang ingin anda beli adalah ORI (Obligasi Republik Indonesia) yang memang diperuntukkan bagi investor ritel. ORI diterbitkan berkala dan bisa dibeli di bank-bank nasional dan broker yang ditunjuk oleh Pemerintah.
  3. Reksadana. Sebagaimana halnya saham, reksadana juga bisa dibeli melalui broker/pialang/perusahaan sekuritas. Risiko investasi reksadana umumnya lebih rendah daripada saham, tetapi return yang bisa diharapkan juga lebih rendah. Pilihlah reksadana yang bagus, dan jangan hanya percaya pada promosi broker.

Investasi Non-Keuangan

Keunggulan investasi di dunia keuangan adalah sifatnya yang 'likuid', yaitu mudah diperjualbelikan kembali, sehingga Anda bisa mencairkan investasi sewaktu-waktu, kapan saja Anda mau. Namun bila itu kurang cocok bagi Anda, selain pilihan-pilihan investasi di dunia keuangan, Anda juga bisa memilih untuk berinvestasi di wahana-wahan berikut ini untuk memastikan uang pensiun Anda aman:
  1. Properti, seperti membeli properti dan disewakan, ataupun membeli tanah untuk disimpan (untuk membeli property, perhatikan lokasinya!)
  2. Beli emas dalam bentuk koin atau batangan, lalu disimpan untuk jangka panjang.
  3. Kolektor produk-produk antik bernilai tinggi (lukisan, barang seni)
  4. Franchise yang bisa pasif income, seperti Indomaret, Alfamart, Apotek K24.

Keunggulan investasi saham adalah, kini para investor sudah bisa mengoperasikan bisnis investasinya secara online. Selain itu, software yang digunakan untuk melakukan bisnis investasi online ini juga akan memberikan kemudahan bagi para investornya untuk memantau trend lewat internet sewaktu-waktu. Ini berbeda dengan investasi properti, emas, dan yang lainnya yang relatif sulit untuk menjual kembali barangnya dan monitoring harga juga cukup kompleks.  sumber seputarforex.com

No comments:

Post a Comment